abchje90

Senin, 11 Juli 2011

Mengenal dan belajar hidup "Sfumato"

Pakar dari Pusat penelitian dan Restorasi Museum Perancis tersebut menemukan bahwa da Vinci menyapukan hingga 30 lapisan cat pada karya-karyanya untuk memenuhi standar subtilitas yang sesuai yang diinginkannya. Semua lapisan tersebut mempunyai ketebalan kurang dari 40 mikrometer, atau sekitar setengah ketebalan rambut manusia, kata peneliti Philippe Walter Jumat kemarin.
Teknik, yang disebut “Sfumato” ini memungkinkan da Vinci untuk membuat outlines dan kontur, melapiskan warna-warna yang berdekatan sehingga lukisannya menjadi tersamar dan menciptakan ilusi tentang kedalaman, bayangan, volume & bentuk. Sebagai hasil akhir, perpindahan warna tersebut tidak lagi terlihat jelas.


Itulah Sfumato bila disimpulkan menurut lukisan-lukisan sang maestro Leonardo Da Vinci

Dalam bahasa Italia, sfumato berarti berasap, tetapi dibedakan dengan istilah fumo yang berarti asap. Leonardo sendiri mendeskripsikan sfumato sebagai "tanpa outline", dalam pengertian berkabut atau detail yang tidak dihasilkan oleh penggunaan garis secara disengaja. 

Sedangkan Sfumato dalam kehidupan untuk menjalani kodrat kita sebagai manusia yang memiliki sejumlah keterbatasan adalah "suatu kesediaan untuk menerima ketidakpastian. Dengan Sfumato kita diajak untuk bersahabat dengan keraguan dan ketidakpastian.
Sifat manusia yang fleksibel memungkinkan kita bertemu dengan kondisi dimana segala sesuatu nampak tidak pasti. dengan teknik Sfumato, kita sebaiknya belajar untuk menghadapi apa saja yang akan terjadi di hidup kita.
menjalani hidup berarti harus terus belajar.. bukan hanya tentang ilmu, tetapi juga tentang rasa...
bagi semua yang ingin 'life fully', belajarlah tentang Sfumato...
i believe u will survive..."


Ketika apa yang kita inginkan tak seperti kenyataan
aku hanya ingin bersyukur tentang apa yang sudah aku miliki...
juga inginku bersyukur tentang apa yang bisa aku mimpikan...
hanya untuk memaksakan semuanya menjadi milikku aku relakan padaNya...
aku ingin merasa cukup dan tidak lagi berdebat dengan diriku...

Inilah salah satu bentuk sikap Sfumato, selanjutnya simak baik-baik sajak berikut

Belajar Hidup Dari Kehidupan

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain untuk mencintai saya.
Saya hanya dapat melakukan sesuatu yang menurut saya baik untuk orang yang saya cintai….

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya….

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali….

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu terbaik….

 












Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh,
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh.Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya sahabat itu, mereka pasti
pernah melukai perasaan saya dan saya harus memaafkannya….

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri….,
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus….

Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu,
dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya….


Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah sahabat,
tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri….

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan….

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda….

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki,
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya….

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati….

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya….

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah,
tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis….

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan
adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai….

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi
justru sering diambil segera dari kehidupan saya….

Saya belajar, bahwa yang membuat saya tetap hidup
adalah semangat dan kemauan untuk tetap belajar…..

@_____@

Label: , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]



<< Beranda